Kebakaran 117 Ruko di Pasar Topoyo Sulbar Dipicu Pertengkaran Suami-Istri
Mamuju - Kebakaran pasar Topoyo, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, penyebabnya tidak diketahui. Api itu disebabkan oleh sepasang suami istri yang berkelahi di lingkungan pasar dan kemudian sang suami membakar sepeda motor hingga api membakar ratusan kios.
"Dari hasil penyelidikan, kami menemukan penyimpangan dalam pembakaran Pasar Topoyo. Berdasarkan hal itu, kami mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi dan menemukan kecurigaan bahwa api berasal dari rumah warga dengan inisial. HS, kata Kepala Unit Investigasi Kriminal Mamuju Ajun Komisaris Polisi Samsuriansyah, yang dilaporkan Antara, Minggu (9/1/2019).
Dia menjelaskan bahwa sebelum kebakaran, HS bertengkar dengan istrinya dan kemudian membakar sepeda motornya. Berdasarkan hasil penyelidikan, ia menjelaskan, polisi mengembangkan penyelidikan dan memburu HS yang diduga melarikan diri ke Kabupaten Majene.
"Setelah dipastikan bahwa kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh tindakan Hs, kami kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Majene dan para pelaku ditangkap pada Sabtu malam (31/8) pukul 23.11 WITA," katanya.
"Jadi, pelaku yang kesal kemudian membakar sepeda motornya dan meninggalkannya. Akibat ulah Hs, api meletus dan menghanguskan sejumlah kios di Pasar Topoyo," katanya.
Kepala Eksekutif Harian BPBD Mamuju Tengah Rahmat Syam mengatakan kebakaran hebat yang menghantam Pasar Topoyo pada Sabtu (31/8) di pagi hari menyebabkan 117 kios terbakar. Selain itu, ada 2 petugas yang terluka karena menghirup gas di lokasi kebakaran.
"Ada dua petugas pemadam kebakaran dan satu dari BPBD yang mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit untuk menghirup gas dari kios yang terbakar. Di pasar memang banyak yang menjual LPG, sehingga asap dari gas yang terbakar inilah yang membuat para petugas tercekik, "jelas Rahmat Syam.
"Dari hasil penyelidikan, kami menemukan penyimpangan dalam pembakaran Pasar Topoyo. Berdasarkan hal itu, kami mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi dan menemukan kecurigaan bahwa api berasal dari rumah warga dengan inisial. HS, kata Kepala Unit Investigasi Kriminal Mamuju Ajun Komisaris Polisi Samsuriansyah, yang dilaporkan Antara, Minggu (9/1/2019).
Dia menjelaskan bahwa sebelum kebakaran, HS bertengkar dengan istrinya dan kemudian membakar sepeda motornya. Berdasarkan hasil penyelidikan, ia menjelaskan, polisi mengembangkan penyelidikan dan memburu HS yang diduga melarikan diri ke Kabupaten Majene.
"Setelah dipastikan bahwa kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh tindakan Hs, kami kemudian berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Majene dan para pelaku ditangkap pada Sabtu malam (31/8) pukul 23.11 WITA," katanya.
"Jadi, pelaku yang kesal kemudian membakar sepeda motornya dan meninggalkannya. Akibat ulah Hs, api meletus dan menghanguskan sejumlah kios di Pasar Topoyo," katanya.
Kepala Eksekutif Harian BPBD Mamuju Tengah Rahmat Syam mengatakan kebakaran hebat yang menghantam Pasar Topoyo pada Sabtu (31/8) di pagi hari menyebabkan 117 kios terbakar. Selain itu, ada 2 petugas yang terluka karena menghirup gas di lokasi kebakaran.
"Ada dua petugas pemadam kebakaran dan satu dari BPBD yang mengalami sesak napas dan dibawa ke rumah sakit untuk menghirup gas dari kios yang terbakar. Di pasar memang banyak yang menjual LPG, sehingga asap dari gas yang terbakar inilah yang membuat para petugas tercekik, "jelas Rahmat Syam.



Post a Comment