Anies Rencanakan Soal Bangun Hotel di TIM: Bukan Hanya Komersial Tapi Untuk Atlet Luar Negeri
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membuka suaranya terkait revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dilakukan oleh JakPro. Aktivasi adalah salah satunya dengan membangun hotel dengan luas 3000 meter persegi.
Rencana pengembangan hotel di wilayah TIM telah menimbulkan kontroversi. Sejumlah seniman berpendapat bahwa pembangunan hotel telah merusak citra TIM sebagai area budaya yang menjadi layak secara komersial.
Namun, Anis menekankan, bangunan hotel tidak hanya untuk penggunaan komersial. Anies mengatakan hotel itu akan digunakan untuk menampung seniman dari luar Jakarta yang ada di TIM.
"Jadi, dia tidak bisa membayangkan tempat komersial di luar rumah. Ini persisnya asimilasi seniman yang datang untuk hidup dalam suatu ekosistem," kata Anis setelah menghadiri pembukaan APPSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin.
Anies menyerupai perkembangan hotel ke Wisma Atlet di Kemayoran. Anies mengatakan, pada acara Asian Games terakhir, Wisma Atlet digunakan untuk mengakomodasi atlet asing.
Dengan demikian, hotel di TIM juga akan menjadi tempat tinggal bagi seniman yang datang ke Jakarta.
“Ada delegasi seniman dari Rusia, datang dari Shanghai, Tokyo. Mereka datang ke sini untuk mendirikan tempat yang cocok. Pilihannya adalah di mana mereka ingin tinggal. Mereka ingin tinggal di luar negeri (TIM) atau di rumah. Paket dukungan harus lengkap, kata Anies.
"Jadi kamu tidak harus berada di luar. Karena ini benar-benar sebuah ekosistem. Wisma bagi para seniman ini juga dirancang untuk menjadi tempat yang menjadi ciri aktivitas budaya, ”pungkas Anies.
Contact US: +855964936778
Whatsapp: http://bit.ly/2KMyR19
LIVE CHAT : http://bit.ly/2Td76Co
Come Join US Di Situs POKERCIP Agen Poker Online Terbaik Dengan Tingkat Kemenangan 90%! Minimal Depo Dan Tarik Dana Rp 10.000-, menangkan JP (JackPot) puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.
Rencana pengembangan hotel di wilayah TIM telah menimbulkan kontroversi. Sejumlah seniman berpendapat bahwa pembangunan hotel telah merusak citra TIM sebagai area budaya yang menjadi layak secara komersial.
Namun, Anis menekankan, bangunan hotel tidak hanya untuk penggunaan komersial. Anies mengatakan hotel itu akan digunakan untuk menampung seniman dari luar Jakarta yang ada di TIM.
"Jadi, dia tidak bisa membayangkan tempat komersial di luar rumah. Ini persisnya asimilasi seniman yang datang untuk hidup dalam suatu ekosistem," kata Anis setelah menghadiri pembukaan APPSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin.
Anies menyerupai perkembangan hotel ke Wisma Atlet di Kemayoran. Anies mengatakan, pada acara Asian Games terakhir, Wisma Atlet digunakan untuk mengakomodasi atlet asing.
Dengan demikian, hotel di TIM juga akan menjadi tempat tinggal bagi seniman yang datang ke Jakarta.
“Ada delegasi seniman dari Rusia, datang dari Shanghai, Tokyo. Mereka datang ke sini untuk mendirikan tempat yang cocok. Pilihannya adalah di mana mereka ingin tinggal. Mereka ingin tinggal di luar negeri (TIM) atau di rumah. Paket dukungan harus lengkap, kata Anies.
"Jadi kamu tidak harus berada di luar. Karena ini benar-benar sebuah ekosistem. Wisma bagi para seniman ini juga dirancang untuk menjadi tempat yang menjadi ciri aktivitas budaya, ”pungkas Anies.
Contact US: +855964936778
Whatsapp: http://bit.ly/2KMyR19
LIVE CHAT : http://bit.ly/2Td76Co
Come Join US Di Situs POKERCIP Agen Poker Online Terbaik Dengan Tingkat Kemenangan 90%! Minimal Depo Dan Tarik Dana Rp 10.000-, menangkan JP (JackPot) puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.



Post a Comment