Header Ads

Resmi Cerai, Ceramah UAS Tentang Talak

Ustad Abdul Somad, atau UAS, telah memanggil istrinya, Mellya Juniarti Binti Asman, secara resmi bercerai sejak Selasa (3/12). Kasus perceraian UAS diberikan oleh Komite Hakim Pengadilan Agama Bangkinang, Kampar, Riau.

Dilansir oleh wartawan, pengacara UAS, Hassan Basri, telah diperintahkan oleh kliennya untuk tidak mengungkapkan alasan untuk tidak membeberkan keluarganya. Nurhasmi hanya mengatakan bahwa UAS dan istri sudah tidak cocok lagi

"Itu sudah tidak pantas lagi," kata Hassan Basri. "Ya, ini adalah metode pemisahan. Kita adalah manusiawi."

Menikah sejak 20 Oktober 2012 di Riau, proses perceraian istri dan istri telah berlangsung sejak akhir Juni. Dari hasil pernikahan, mereka dikaruniai seorang anak.

Mengenai perceraian, UAS pernah mengatakan dalam urutan sementara bahwa pasangan yang ingin bercerai harus memberi nasihat. Konseling dengan seorang ahli agama, misalnya, akan membantu menemukan titik masalah, untuk mencegah perceraian.

"Jika istri meminta cerai, taruh dia dalam posisi, jika dia tidak bisa bersama, maka undanglah keluarga untuk duduk di sana. Duduk, (tanyakan) Apa masalahnya? Letakkan masalah dalam suasana yang tenang. Jika Anda bisa keduanya, undang orang lain.

Abdul Somad dalam bukunya tausiah unduh akun YouTube Teropong Islam pada 26 November 2017.

Menurut sistem UAS, konseling pasangan mencegah masalah lebih lanjut.
"Jika ada masalah kecil, itu seperti api di cangkang, maka itu harus padam. Tidak terlihat seolah-olah Anda meninggalkan api, Setan akan menjadi besar."

Mengenai proses perceraian, UAS menjelaskan bahwa perempuan dapat menuntut perceraian jika lima hak mereka tidak terpenuhi. Kelima hak perempuan yang berasal dari suami mereka adalah makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan perhatian.

Jika lima hak terpenuhi, istri harus mematuhi suami, terutama jika suami membimbingnya menuju jalan Allah SWT. Namun, jika suami tidak memenuhi hak istrinya, pengkhianatan, untuk melarikan diri melalui Tuhan, istri berhak menuntut perceraian.

"Tetapi jika kamu mengkhianati kamu, kamu memiliki hak. Perempuan dapat menuntut perceraian. Nama itu kosong. Islam tidak memaksa perempuan untuk hidup dalam depresi. Bahkan kematian harus setia." Ikuti UAS.

Di sisi lain, UAS menjelaskan bahwa laki-laki dapat menceraikan istri mereka hingga perceraian tiga kali lipat. Pria harus berhati-hati dalam mengucapkan perceraian, karena menurut standar UAS, jika ada tiga perceraian, mereka tidak boleh berdamai lagi, sebelum wanita itu menikahi pria lain terlebih dahulu.

"Talak yang diucapkan lebih dari tiga jatuhnya tiga. Cerai bercerai satu musim gugur tiga berturut-turut. Jika kamu bercerai tiga perceraian, kamu tidak boleh menikah sampai seorang wanita menikahi pria lain, hati-hati." UAS mengatakan dalam sebuah video yang diunggah ke akun TAQWA Media YouTube pada 25 Januari 2019.

UAS mengatakan mempelajari hukum perkawinan dan perceraian itu penting. Dia bahkan menyarankan agar pria dan wanita yang berniat menikah mengambil kursus pranikah, sehingga dia memahami hak dan kewajiban mereka sebagai suami dan istri.

"Idealnya saudari-saudara kita sebelum menikah dia harus kursus pernikahan dulu, supaya dia tau apa haknya, dia tau apa itu zihar, nian, talak, rujuk, idah, nafaqoh, apa kewajibannya, dan apa kewajiban mereka."

Contact US:  +855964936778
Whatsapp: http://bit.ly/2KMyR19
LIVE CHAT : http://bit.ly/2Td76Co

Come Join US Di Situs POKERCIP Agen Poker Online Terbaik Dengan Tingkat Kemenangan 90%! Minimal Depo Dan Tarik Dana Rp 10.000-, menangkan JP (JackPot) puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah.

Tidak ada komentar