Header Ads

Kapolri Instruksikan Kapolda Terbitkan Maklumat Larang Demo Rusuh di Papua.


Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Rudolf Albert Rodja dan Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Brigadir Jenderal Hery Rudolf Nahak untuk mengeluarkan pemberitahuan setelah serangkaian demonstrasi di dua daerah yang berakhir dengan anarki. Inti dari isi pemberitahuan adalah untuk melarang demonstrasi yang berpotensi kacau.

"Saya telah memerintahkan Kepala Kepolisian Daerah Papua dan Papua Barat untuk mengeluarkan pemberitahuan. Pemberitahuan trsebut adalah ..!! melakukan larangan demonstrasi dengan potensi anarkisme,  kata Tito setelah peringatan ulang tahun ke-71 Polwan di Kepolisian Metropolitan Jakarta, Jakarta, Minggu (1/9/2019)).

Tito merenungkan peristiwa-peristiwa di Manokwari dan Jayapura, ketika polisi mengundang massa untuk mengekspresikan aspirasi mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, kata Tito, aksi itu berakhir anarki.

"Pengalaman dari kemarin di Manokwari dan di Jayapura, kami punya niat baik, memberikan peluang sesuai dengan UU No. 9 tahun 1998, mengutarakan pendapat," kata Tito.

"Tetapi kenyataannya adalah anarkis, menjadi kerusuhan, ada korban, kerusakan. Pengajuan pendapat bukan berarti anarkis, itu tidak bisa ditoleransi," tambahnya.

Tito menyebutkan lagi demonstrasi di depan Badan Pengawas Pemilu Indonesia, Jakarta, pada Mei 2019. "Saya dilarang mengadakan demonstrasi di Bawaslu, mengapa? Kami mentolerir, dilecehkan. Ini sama, ditoleransi disalahgunakan," kata Tito.

Tito mengatakan, jika izin kerusuhan berpotensi kekerasan diberikan, ketertiban umum dan keamanan bisa dipertaruhkan.

Masih Tito mengatakan, selain memerintahkan Rudolf dan Hery untuk menerbitkan pemberitahuan, ia memerintahkan kepala polisi daerah di seluruh wilayah untuk memastikan keselamatan siswa Papua.

"Memastikan keselamatan adik-adik kami dari mahasiswa yang belajar di semua kota di Indonesia. Ini semua adalah kepala polisi daerah yang telah saya pesan. Saya juga bertanya kepada adik-adik siswa Papua, apa pun mereka sebagai migran, para migran menyesuaikan diri dengan kearifan lokal, budaya lokal ada, "kata Tito.

Tidak ada komentar