Sidang Gugatan Listrik Padam, Penggugat Bawa 4 Ekor Ikan Koi Mati
Jakarta - Gugatan warga Jakarta Selatan, Petrus Bello, terhadap PLN terkait kematian ikan koi-nya akibat pemadaman listrik massal terus berlanjut. Untuk membuktikan klaimnya, Peter membawa empat ikan koi yang mati ke pengadilan.
Pemantauan AFP di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2019), Peter membawa empat ikan koinya mati di hadapan hakim dan PLN. Ikan koi dimasukkan ke dalam peti es, rinciannya adalah dua ikan shiro koi koi 27 cm dan dua ikan benigo koi berukuran 45 cm.
Selain itu, Petrus juga menghadirkan dua saksi yaitu pekerja pembersih kolam ikan Andriansyah dan saudara iparnya, Sakaria Sedu. Andriansyah mengatakan dia telah bekerja sebagai pembersih kolam ikan di rumah Peter sejak sembilan tahun yang lalu, sementara ikan koi yang mati berusia sekitar tiga tahun dan beberapa hanya berusia lima bulan.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
Andri mengatakan, kejadian itu terjadi pada Minggu (4/8), ketika listrik di rumah Peter padam pukul 11.30 WIB hingga 22.00 WIB. Pukul 14.00 WIB ikan koi Peter mati.
"14.00 WIB, karena tidak ada oksigen," kata Andri.
Andri berkata, Peter memiliki 40 ikan koi. Dari 40 kepala itu ada 12 yang mati, tetapi hanya empat yang diajukan ke persidangan.
Andri mengatakan ikan koi berada di kolam berukuran 5 mx 80 cm, di dalamnya ada mesin dan filter aliran oksigen. Namun, mesin tidak berfungsi saat listrik padam sehingga tidak mengalirkan oksigen di kolam.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
Dia mengklaim bahwa sebenarnya Peter dan dirinya telah mencoba untuk menjaga agar ikan koi tidak mati. Beberapa ikan koi juga telah dipindahkan.
"Yang lain masih bisa bertahan hidup, ada 28 hewan. Saya menggunakan air, agar ikan tidak mati lagi," kata Andri.
Selain ikan koi, Andri mengatakan bahwa Petrus juga memelihara ikan lain seperti nila, arowana, ikan mas di kolam yang terpisah. Semua ikan berada dalam kondisi aman meskipun mesin di kolam mati.Agen Poker | DominoQQ | Bandar Poker | Bandar Ceme
DAFTAR SEKARANG !!
Sebelumnya, Petrus mengatakan bahwa total kerugian mencapai Rp 9,2 juta. Petrus mengatakan gugatannya tidak hanya bertujuan meminta kompensasi, tetapi juga agar PLN tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan konsumen. Peter sangat menyesalkan pemadaman listrik massal.
"Ini bukan masalah nominal tetapi hal yang lebih besar dari itu, yaitu untuk memberi tahu PLN bahwa ada tindakan yang sangat berhubungan dengan publik, terutama konsumen," kata Petrus.
Pemantauan AFP di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2019), Peter membawa empat ikan koinya mati di hadapan hakim dan PLN. Ikan koi dimasukkan ke dalam peti es, rinciannya adalah dua ikan shiro koi koi 27 cm dan dua ikan benigo koi berukuran 45 cm.
Selain itu, Petrus juga menghadirkan dua saksi yaitu pekerja pembersih kolam ikan Andriansyah dan saudara iparnya, Sakaria Sedu. Andriansyah mengatakan dia telah bekerja sebagai pembersih kolam ikan di rumah Peter sejak sembilan tahun yang lalu, sementara ikan koi yang mati berusia sekitar tiga tahun dan beberapa hanya berusia lima bulan.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
Andri mengatakan, kejadian itu terjadi pada Minggu (4/8), ketika listrik di rumah Peter padam pukul 11.30 WIB hingga 22.00 WIB. Pukul 14.00 WIB ikan koi Peter mati.
"14.00 WIB, karena tidak ada oksigen," kata Andri.
Andri berkata, Peter memiliki 40 ikan koi. Dari 40 kepala itu ada 12 yang mati, tetapi hanya empat yang diajukan ke persidangan.
Andri mengatakan ikan koi berada di kolam berukuran 5 mx 80 cm, di dalamnya ada mesin dan filter aliran oksigen. Namun, mesin tidak berfungsi saat listrik padam sehingga tidak mengalirkan oksigen di kolam.Pokercip | Sakong | DominoQQ | Bandar66 | Ceme
Dia mengklaim bahwa sebenarnya Peter dan dirinya telah mencoba untuk menjaga agar ikan koi tidak mati. Beberapa ikan koi juga telah dipindahkan.
"Yang lain masih bisa bertahan hidup, ada 28 hewan. Saya menggunakan air, agar ikan tidak mati lagi," kata Andri.
Selain ikan koi, Andri mengatakan bahwa Petrus juga memelihara ikan lain seperti nila, arowana, ikan mas di kolam yang terpisah. Semua ikan berada dalam kondisi aman meskipun mesin di kolam mati.Agen Poker | DominoQQ | Bandar Poker | Bandar Ceme
DAFTAR SEKARANG !!
Sebelumnya, Petrus mengatakan bahwa total kerugian mencapai Rp 9,2 juta. Petrus mengatakan gugatannya tidak hanya bertujuan meminta kompensasi, tetapi juga agar PLN tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan konsumen. Peter sangat menyesalkan pemadaman listrik massal.
"Ini bukan masalah nominal tetapi hal yang lebih besar dari itu, yaitu untuk memberi tahu PLN bahwa ada tindakan yang sangat berhubungan dengan publik, terutama konsumen," kata Petrus.




Post a Comment